Friday, 23 April 2010

MOBILKU>>>>>>

Tidak disebutkan, apakah ini Xiao, Jiao atau Miao

ENDRA — Pabrikan mobil di dunia kini berlomba-lomba menciptakan kendaraan ramah lingkungan berteknologi hibrida atau listrik. Sementara itu, China sudah memikirkan kendaraan kota untuk 2030, tetap dengan teknologi ramah lingkungan, yang mereka namakan EN-V Concept.

Pencetusnya adalah GM dan mitra dari Negeri Tirai Bambu, Shanghai Automotive Industry Corp (SIAC). Kedua pabrikan mobil tersebut memperkirakan bahwa pada 2030, jumlah penduduk dunia mencapai 8 miliar orang dan 60 persennya tinggal di area perkotaan.

Berangkat dari pandangan itu, GM dan SIAC melakukan riset untuk menghasilkan kendaraan yang sangat kecil dan efisien agar bisa melintas di tengah lalu lintas yang padat. Hasilnya adalah kendaraan konsep EN-V atau kependekan dari Electric Networked-Vehicle yang menggunakan dua roda dan hanya bisa mengangkut dua penumpang (termasuk sopir).

Kendaraan EN-V ini, seperti dikutip Autoevolution.com, Rabu (24/3/2010), merupakan evolusi alamiah dari P.U.M.A. atau Personal Urban Mobility and Accessibilty. Kendaraan tersebut pernah dipresentasikan oleh GM dan Segway pada April 2009.

Tenaga penggerak EN-V dengan dua roda adalah motor listrik. Adapun untuk menjaga keseimbangan, kendaraan dengan ruang bagasi yang kecil ini mengandalkan stabilizer.

Teknologi yang juga ada pada EN-V adalah drive-by-wire dengan dua motor. Yang satu berfungsi sebagai pendorong, sementara satu lagi sebagai penghenti. Tenaganya diperoleh dari baterai lithium ion yang dapat diisi ulang. Dalam kondisi penuh, baterai bisa digunakan untuk berkendara sejauh 40 km.

Sementara itu, bodi terbuat dari bahan serat karbon, sedangkan kaca depan menggunakan bahan akrilik. Beratnya kurang dari 500 kg dengan panjang hanya 1,5 meter. Uniknya, sesama pengguna EN-V bisa saling berkomunikasi karena kendaraan ini dilengkapi sistem GPS.

Konsep EN-V dibuat dalam tiga versi. Ada Xiao yang dirancang oleh tim GM Holden's Australia. Ada pula Jiao (Pride) karya GM Eropa, dan Miao (Magic) hasil tangan terampil General Motors Advanced Design Studio, California, Amerika.

Thursday, 22 April 2010

Elektronik injeksi untuk mesin silinder tunggal





The SportDevices fuel injection has been simplified and down-sized considerably compared with any other programmable fuel injection to allow for application to a small motorcycle. This ecu could be installed in place of a conventional carburetor. Injeksi bahan bakar SportDevices telah disederhanakan dan turun-berukuran cukup dibandingkan dengan bahan bakar injeksi diprogram lain untuk memungkinkan aplikasi untuk sepeda motor kecil. Ecu ini dapat diinstal di tempat karburator konvensional.

Note: box is not available at the moment Catatan: kotak tidak tersedia pada saat ini


ECU software: ECU perangkat lunak:



ECU board Papan ECU
The ECU board is exclusively designed for single cylinder engines. Dewan ECU ini dirancang secara khusus untuk mesin silinder tunggal. The size is reduced by poviding an injector driver circuit and an ignition circuit for one cylinder. Ukurannya dikurangi oleh rangkaian driver poviding injector dan sirkuit pengapian untuk satu silinder. The CPU used is the PIC18F6627 40 MHz microcontroller. CPU yang digunakan adalah 40 MHz PIC18F6627 mikrokontroler.
Fuel injection control Kontrol injeksi bahan bakar
The configuracion of this ecu allow to work with minimal number of sensors, in fact only one sensor are mandatory. The configuracion dari ecu ini memungkinkan untuk bekerja dengan jumlah minimal dari sensor, sebenarnya hanya satu sensor yang wajib.
Mandatory sensor: Wajib sensor:
  • Throttle position sensor (TPS): Located on the end of the throttle shaft, directly detects the throttle opening. Sensor posisi throttle (TPS): Terletak di ujung poros katup, langsung mendeteksi bukaan throttle.
Optional sensors: Opsional sensor:
  • Intake air temperature (Ta) sensor: The sensing tip of the sensor is exposed in the intake air passage before the throttle valve. Pengambilan suhu udara (Ta) Sensor: The penginderaan ujung sensor terkena di bagian intake udara sebelum throttle valve.
  • Manifold vacuum (Pb) sensor: The sensor terminals are directly mounted on the ECU board, and connected to the connecting passage provided after the throttle valve in the throttle body. vakum manifold (Pb) Sensor: Terminal sensor secara langsung dipasang pada papan ECU, dan terhubung ke bagian menghubungkan diberikan setelah katup throttle dalam tubuh throttle.



For the control of fuel injection volume, two kinds of maps are stored in the ECU and an appropriate map is selected and used depending on the throttle opening and the engine revolutions. Untuk kontrol volume injeksi bahan bakar, dua jenis peta disimpan dalam ECU dan peta yang sesuai dipilih dan digunakan tergantung pada pembukaan throttle dan revolusi mesin.
1. 1. When load is low, the delicate changes in throttle opening are detected by the manifold vacuum, and the manifold vacuum map determined by the manifold vacuum and the engine revolutions is used. Pada saat beban rendah, perubahan halus dalam pembukaan throttle terdeteksi oleh vakum manifold, dan peta vakum manifold ditentukan oleh vakum manifold dan revolusi mesin digunakan.
2. 2. When load is high, the throttle map determined by the throttle opening and the engine revolutions is used. Ketika beban tinggi, peta throttle ditentukan oleh bukaan throttle dan revolusi mesin digunakan.

Ignition timing control Pengapian kontrol
Ignition type is discharge capacitive ignition (CDI), For ignition timing, the map control determined by the throttle opening and the engine revolutions is executed to control the ignition timing at the optimum timing. Jenis pengapian pengapian adalah debit kapasitif (CDI), untuk waktu pengapian, peta kontrol ditentukan oleh bukaan throttle dan revolusi mesin dijalankan untuk mengontrol waktu pengapian pada waktu yang optimal.
Technical Information Informasi Teknis
Click here to download the monoFI manual Klik di sini untuk men-download manual monoFI
MonoFI-Pinout.PDF MonoFI-Pinout.PDF
MonoFI-Schematics.PDF MonoFI-Schematics.PDF



RANGKAIAN CDI 4 TAK

Berikut contoh rangkaian CDI 4  TAK yang menggunakan Pick up coil sebagai pemicu. untuk merangkainya secara sederhana bisa menggunakan PCB yang berlubang-lubang (PCB untuk IC), kalau kepengin tidak repot.

Monday, 19 April 2010

RANGKAIAN CDI TANPA PULSAR

Rangkaian CDI ada beberapa macam, baik CDI AC, CDI DC. Dan juga CDI meliputi CDI dengan pengendali pick up coil (pulsar) atau tidak menggunakan pulsar.

Wednesday, 14 April 2010

PENGAMAN PINDAH JALUR PADA MOBIL

Side Blind Zone Alert yang dipasang GM pada beberapa produknya untuk sebagai tambahan pengaman aktif.
Artikel Terkait...:
Masalah yang sering bikin jantung pengemudi berdenjut kencang saat mobil melaju dan pindah lajur adalah fenomena yang disebut “blind spot”. Kendaraan dari belakang yang meluncur cepat tidak terlihat melalui kaca spion samping atau luar. Padahal posisi kendaraan sudah sangat dekat. Kalau tidak cekatan, akan menyebabkan tabrakan.Ternyata, berdasarkan hasil penelitian National Highway Traffic Safety Adminsitrasion (NHTSA), blind spot atau zona gelap atau tidak terlihat tersebut merupakan penyebab sebagian besar kecelakaannya. Porsinya mencapai 85 persen.
Inilah salah satu faktor yang menyebabkan para insinyur General Motors (GM) yang menangani masalah keamanan aktif melengkapi beberapa produk GM dengan alat yang disebut “Side Blind Zone Alert”. Terjemahannya, Peringatan Zona Gelap Samping”.
Salah satu produk yang telah menggunakan perlengkapan ini adalah Buick LaCross. Pada kaca spion luar atau samping mobil ini terdapat ikon oranye kecil. Inilah yang disebut dengan “Side Blind Sport Alert”.
Alat ini bekerja dengan menggunakan sensor yang dilengkapi dengan radar yang digunakan sebagai “mata” tambahan untuk memplototi kendaraan yang menyusul dari samping atau daerah tidak terlingkup oleh kaca spion luar.
“Sistem teknologi blind zone memungkinkan mobil bisa melihat daerah yang tidak bisa dilihat pengemudi, ” jelas Kent Lybecker dari sistem keselamatan aktif GM. Menurutnya, teknologi ini membatu saat pindah lajur jadi aman. Pasalnya, pengemudi diberi peringan ada kendaraan menyusul dari belakang dan ia sendiri tidak melihatnya.
Cara KerjaJika alat ini  mendeteksi ada kendaraan mendekati lajur yang dituju, sistem akan menyalakan simbol pada kaca spion samping dan memperingatkan pengemudi kemungkinan terjadinya tabrakan. Jika pengemudi menghidupkan lampu sein pada arah yang dideteksi kendaraan, simbol akan berkedip-kedip. Ikon akan terus menyala sampai kendaraan yang berada di area tidak kelihatan lewat.
Sistem menggunakan alternating radar yang menyorot ke arah luar mobil, meliputi daerah sekitar satu lebar jalur pada kedua sisi kendaraan. Zona tersebut juga berada sekitar 3 meter dari belakang kendaraan sebagai pelindung tambahan.
Dijelaskan pula, LaCrossse merupakan 27 dari mobil baru yang diberi  penghargaan “Top Safety Pick Up 2010” oleh Insurancde Institue for Hihgway Safety. Penghargaan tersebut diberikan karena mobil dilengkapi  dengan  perlindungkan tambahan  buat penumpang dari   depan, samping maupuin belakang,  saat kendaraan mengalami tabrakan dan terbalik.
Produk GM yang dilengkapi dengan teknologi adalah untuk model-model yang dipasarkan pada 2010 ini adalah Buick Lucerne, Cadillac STS, DTS dan Escalade ESV, Chevrolet Taoe dan Suburban, seta GMC Yukon dan Yukon Xl.
Kendati Side Blind Zone Alert membantu pengemudi mencegah kesalahan dalam mengantisipasi kondisi saat pindah lajur, GM tetap menyarankan pengemudi harus memeriksa kondisi di belakang dan samping secara manual. Terutama saat pindah lajur!

ROBOT U3-X SAINGAN ASIMO

Selain Asimo - robot manusia yang menggemaskan itu - Honda Motor Co. (HMC) punya alat transportasi atau mobilitas personal U3-X. Bentuknya seperti sepeda satu roda dan sudah diperkenalkan bertepatan Tokyo Motor Show 2009 (Oktober tahun lalu). Kompas.com pun sudah menampilkannya sebelum launching (baca: HOT Drive U3-X, Sepeda Listrik Selincah Manusia, 25 September 2009).

Kini, HOT Drive sudah pergi melancong tidak kepalang tanggung jauhnya, yakni ke Amerika Serikat. U3-X akan unjuk kebolehan selama tiga hari mulai Kamis (8/4/2010) di New York Marriot Marquis Hotel.

Hebatnya lagi, demonstrasi kedua berlangsung dalam acara Sociaty of Automotive Engineers (SAE), 13-15 April mendatang. Suatu kongres dunia yang digelar di Detroit, Michigan.

Mengenai kendaraan mobilitas personal yang mempunyai berat 22 pound itu sudah dibeberkan. Termasuk menuvernya yang enggak cuma maju-mundur, tapi bisa ke samping dan diagonal.

Sekadar diketahui, Honda mulai meriset robotic sejak 1986. Pengembangan tertingginya adalah Asimo dan U3-X ini. Asimo sendiri sudah dua kali tampil di pameran Indonesia

Mobil YEZ

Beijing Auto Show yang akan digelar akhir April mendatang, tak cuma memamerkan mobil-mobil masa berteknologi canggih atau ramah lingkungan. Lebih dari itu, China memanfaatkan pameran ini untuk unjuk kebolehan dan keseriusan industri otomotifnya. Selain menampilkan mobil urban, ada yang lebih heboh lagi.

Negeri Tirai Bambu itu akan memajang mobil yang bisa bernafas layaknya sebuah pohon yang mengeluarkan gas oksigen, bernama YeZ. Ini bukan bualan, tetapi merupakan konsep hasil kreasi dua produsen mobil SAIC dengan GM, seperti dilansir autoevolution.com dua hari lalu.

YeZ bukan sekedar kendaaraan listrik, tapi gabungan dari berbagai teknologi. Salah satunya bernama konversi photovoltaic yang mampu menyerap hembusan angin dan gas CO2 di udara sebagai bahan bakar melalui alat serap menyerupai daun yang terdapat di atap kendaraan.

Daun ini memiliki ratusan solar sell yang berguna untuk menangkap panas sinar matahari dan bergerak mengikutinya agar terserap maksimal. Meski kecil, mobil ini memiliki sistem berpenggerak semua roda (all wheel drive).

Jadi, mobil ini ibarat sebuah mesin turbin raksasa yang mampu mengubah tenaga angin menjadi listrik. Untuk lebih menyerupai daun sesungguhnya, diciptakan melalui bahan organik tumbuh-tumbuhan. Kendaraan ini bisa menciptakan oksigen sebagai gas buang. Berarti, ia bernafas seperti layaknya tumbuhan

Tragedi Koja

Nomor 1/Koja Utara, yang diterbitkan Kantor Pertanahan Jakarta Utara pada 21 Januari 1987. Dengan sertifikat itu, PT Pelindo II berniat memperluas terminal bongkar muat peti kemas sesuai rencana induk pelabuhan.
Mendengar hal itu, pihak ahli waris melakukan protes dan memeriksa status kepemilikan tanah ke Kantor Pertanahan Jakarta Utara. Kantor Pertanahan Jakarta Utara mengeluarkan surat No 182/09.05/HTPT yang menyatakan, status tertulis tanah di Jalan Dobo itu atas nama Gouvernement Van Nederlandch Indie dan telah diterbitkan sertifikat hak pengelolaan No 1/Koja Utara atas nama Perum Pelabuhan II.
Pada periode 1995-1997, 28.500 kerangka dipindahkan ke TPU Budidarma, Semper, Jakarta Utara. Pada 21 Agustus 1997, kerangka Habib Hasan juga dipindah ke TPU Budidarma.
Namun, pada September 1999, ahli waris kembali membangun makam Mbah Priuk di lokasi lama dan sebuah pendopo tanpa izin Pelindo II dan tanpa izin mendirikan bangunan (IMB). Makam itu sering dikunjungi orang untuk berdoa dan berziarah.
Pada 2001, Habib Muhammad bin Achmad sebagai ahli waris Habib Hasan mengajukan gugatan atas tanah tersebut ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara dengan nomor perkara 245/Pdt.G/2001/PN.Jkt.Ut melawan PT Pelindo II. Namun, PN Jakarta Utara menolak gugatan itu. Setelah itu, pihak ahli waris tidak mengajukan banding sehingga putusan pengadilan memiliki kekuatan hukum tetap dan hak atas tanah itu menjadi milik PT Pelindo II.
Pada 2010, PT Pelindo II meminta bantuan hukum dari Pemprov DKI untuk membongkar bangunan pendopo dan karena tidak memiliki IMB dan kawasan itu akan dijadikan perluasan terminal peti kemas. Makam akan diperluas dan dipercantik sehingga tetap dapat dikunjungi untuk ziarah warga.

Tuesday, 6 April 2010

Mobil yang Mampu Berjalan Sendiri

Konsep mobil listrik roda dua, GM EN-V (www.egmcartech.com)
General Motor mengumumkan konsep kendaraan masa depan beroda dua yang dapat berjalan secara otomatis, tanpa perlu dikendarai pengemudinya secara manual.

Mobil yang diberi nama EN-V (kependekan dari Electric Networked-Vehicle) itu, dirancang untuk mengantisipasi kondisi masa depan, sebagai solusi bagi masalah lingkungan, kepadatan jalan raya, serta kecelakaan lalu lintas.

Ini didasarkan pada proyeksi GM di 2030, di mana sekitar 60 persen dari 8 miliar penduduk saat itu tinggal di wilayah urban, sehingga sangat membebani infrastruktur transportasi publik.

"EN-V adalah perpaduan dari elektrifikasi dan konektivitas, yang menyediakan solusi bagi mobilitas urban, karena menawarkan pengalaman berkendara bebas bensin dan emisi, bebas kepadatan dan kecelakan lalu lintas, sekaligus menyediakan kesenangan dan gaya," ujar Kevin Wale, President GM China, seperti dikutip dari Computerworld.

Mobil konsep yang dikerjakan oleh GM bekerja sama dengan Shanghai Industry Corporation Group (SAIC) itu dibangun berdasarkan platform purwa rupa yang dikembangkan oleh Segway, sebuah perusahaan yang mengembangkan kendaraan listrik roda dua yang cukup populer di Amerika Serikat

EN-V adalah kendaraan yang mampu dikemudikan secara manual maupun dioperasikan secara otomatis (drive-by-wire). Kendaraan mungil yang ukurannya sekitar sepertiga kendaraan tradisional itu dilengkapi dengan Global Positioning System (GPS), teknologi komunikasi antar-kendaraan, serta teknologi sensor jarak.

Kendaraan ini juga bisa mengurangi kepadatan lalu lintas, dengan kemampuannya secara otomatis untuk memilih rute tercepat tujuan berdasarkan informasi kepadatan jalan raya yang real-time.

Dengan sensor dan sistem kamera yang dimilikinya, EN-V diklaim dapat memetakan keadaan sekitar dan mampu bereaksi secara cepat untuk mengatasi berbagai rintangan atau perubahan kondisi yang sedang terjadi.

Misalnya saja, bila ada seorang pejalan kaki yang tiba-tiba menyeberang di depan kendaraan, EN-V langsung mengurangi kecepatan ke kondisi yang lebih aman, bahkan mampu berhenti lebih awal dibandingkan dengan kendaraan yang ada saat ini. Ini membuatnya penumpang kendaraan bisa lebih aman dari kecelakaan.

Mobil konsep ini juga dilengkapi dengan sistem komunikasi nirkabel sehingga penumpang kendaraan bisa berkomunikasi dengan teman-teman mereka melalui jejaring sosial, selama di perjalanan.
EN-V, mobil konsep besutan GM

Kendaraan seberat sekitar 500 kg ini ditenagai oleh motor listrik yang mampu mengangkut dua orang penumpang dan bagasi ringan. Seperti halnya ponsel, tenaganya dipasok oleh baterai lithium-ion, sehingga sama sekali tak mengeluarkan emisi.

Untuk mengisi kembali baterai, pemilik mobil cukup menghubungkan EN-V ke colokan listrik standar seperti yang ada di setiap rumah. Setiap saat baterai diisi penuh, mobil ini mampu menempuh jarak hingga 40 kilometer.

Tiga model dari mobil EN-V; yakni EN-V Pride,  EN-V Magic, dan EN-V Laugh, akan dipamerkan di Shanghai World Expo 2010, antara 1 Mei-31 Oktober 2010.

Sebelum ini, GM sendiri telah mengembangkan kendaraan yang bisa mengemudikan diri secara otomatis (autonomous vehicle), bersama mahasiswa Universitas Carnegie Mellon AS Pittsburgh yang menghasilkan kendaraan Chevrolet Tahoe alias 'The Boss' pada 2007. Vive news